Apa itu QR Code? Siapa Penemunya? Bagaimana Cara Kerjanya?

Posted on

Apa itu QR Code?

Apa itu QR Code, Siapa Penemunya dan Bagaimana Cara Kerjanya? – QR Code adalah sebuah simbol yang dapat menyimpan data hingga 7.089 karakter didalamnya. Data-data didalam simbol disusun dalam bentuk matriks 2 dimensi.

Kepanjangan QR adalah Quick Response

Secara umum, sebelum QR Code ditemukan, Barcode adalah pengkodean yang paling populer. Dimana bentuk Barcode adalah terdiri dari garis-garis, hanya dapat dibaca dalam 1 arah saja. Maka Barcode adalah kode matriks 1 dimensi.

Sejarah

QR Code, di temukan pertama kali oleh Masahiko Hara dan timnya di perusahaan Denso, anak perusahaan Toyota pada tahun 1994.

Muncul ide pembuatan QR Code berawal dari kurang efektif penggunaan Barcode dalam proses scanner peralatan otomotif perusahaannya, karena hanya dapat menampung 20 karakter pada masa itu. Akhirnya, QR Code lahir sehingga membuat kerja mereka lebih efektif.

Secara singkatnya, tahun-tahun penting dalam munculnya simbol yang ditemukan Masahiko Hara adalah sebagai berikut:

  • Tahun 1997, tepatnya bulan Oktober
    QR Code mulai masuk kedalam Standar Internasional AIM International (Automatic Identification Manufactures International.
  • Tahun 1998, tepatnya bulan Maret
    QR Code masuk kedalam Standar JEIDA (Japanese Electonic Industry Development Association) – (JEIDA-55)
  • Tahun 1999, tepatnya bulan January
    QR Code masuk kedalam Standar JIS (Japanese Industrial Standards) (JIS X 0510)
  • Tahun 2000, tepatnya bulan Juni,
    QR Code diterima sebagai standar ISO International (ISO/IEC18004)
  • Tahun 2004, tepatnya bulan November
    Micro QR Code diterima kedalam standar JIS (Japanese Industrial Standards) (JIS X 0510)
  • Tahun 2011, Tepatnya bulan Desember
    QR Code diterima oleh GS1, sebuah organisasi standarisasi international sebagai standar untuk telepon genggam. 

 

Perbedaan Antara QR Code dan Barcode

Berikut adalah perbedaan bentuk dari QR Code dan Barcode. Kedua gambar berisi data “https://www.kinisayangerti.com“.

Berikut adalah beberapa perbedaan mendasar antara Barcode dan QR Code:

  1. Barcode akan dibaca secara transverse (satu dimensi/arah) sedangkan QR Code akan dibaca secara transverse dan longitudinal (dua dimensi/arah).
  2. Barcode hanya dapat menyimpan lebih sedikit karakter sedangkan QR Code hingga 7.000 angka ditambah beberapa kode karakter Kanji, lengkapnya baca spesifikasi dibawah.
  3. Barcode akan semakin panjang jika data yang disimpan semakin banyak, sedangkan QR Code tidak.
  4. Barcode hanya bisa dibaca dengan peralatan Barcode scanner, sedangkan QR Code selain dapat dibaca oleh QR Scanner, ia dapat juga dibaca oleh kamera smartphone dan perangkat lainnya yang memiliki aplikasi scanner melalui kamera.
  5. Barcode tidak efisien dibandingkan dengan QR Code.

Spesifikasi

Pada dasarnya, didalam QR Code dibagi atas beberapa piksel. Misalnya pada gambar dibawah , menggunakan resolusi 25×25.

Ukuran simbol mulai dari 21×21 hingga 177×177 piksel. Hitam menyatakan nilai HIGH atau logika 1, sedangkan putih menyatakan nilai LOW atau logika 0.

Istilah piksel pada QR Code sering disebut dengan module. Jika pikselnya adalah 21×21, juga dibaca memiliki 21 modul.

a. Versi QR Code

Oleh karena ukuran modul dari 21×21 hingga 177×177, QR Code dibagi atas beberapa versi, dari versi 1 hingga versi 40.

Perbedaannya dari satu versi ke versi lainnya adalah dari ukuran modulnya. Setiap versi akan bertambah sebanyak 4 modul, seperti:

  • Versi 1 memiliki modul 21×21
  • Versi 2 memiliki modul 25×25
  • Versi 3 memiliki modul 29×29
  • Versi 40 memiliki modil 177×177

Untuk lebih lengkap berapa data yang dapat ditampung dari masing-masing Versi QR Code, silahkan baca selengkapnya dis.

b. Jumlah Data

Untuk jumlah karakter yang mampu ditampung kedalam simbol QR Code, dibagi berdasarkan jenis data:

  • Numerik : Maks. 7,089 karakter
  • Alfanumerik : Maks. 4.296 karakter
  • Byte 8-bit (Biner) : Maks. 2.953 karakter
  • Kanji : Maks. 1.817 karakter

c. Pemulihan Data

Untuk Error Correction, terbagi atas 4 bagian yaitu:
  • Level L Kira-kira 7% dari codewords dapat dipulihkan.
  • Level M Kira-kira 15% dari codewords dapat dipulihkan.
  • Level Q Kira-kira 25% dari codewords dapat dipulihkan.
  • Level H Kira-kira 30% dari codewords dapat dipulihkan.

d. Tipe QR Code

Berdasarkan fungsinya, QR Code dibagi atas 5 tipe, yaitu:

  1. Model 1 dan Model 2
  2. QR Code Mikro
  3. iQR Code
  4. SQR Code
  5. Frame QR

Dimana QR Code Dapat Digunakan?

Penggunaan QR Code adalah sangat luas, seperti:
  • Proses Manufaktur
  • Distribusi Barang
  • Penjual Retail
  • Kedokteran
  • Lokasi Hiburan
  • Verifikasi Online (seperti Whatsapp Web)
Selengkapnya baca dis

Bagaimana QR Code dapat menyimpan Data?

Ada video bagus yang menjelaskan tentang struktur dari QR Code, bagaimana itu dapat meimpan data dan bagaimana cara membacanya. Video saya ambil dari salah satu channel youtube. Silahkan tonton videonya berikut :

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.