Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu LED, Sejarah dan Cara Operasikannya

Penjelasan LED

Apa itu LED, Sejarah dan Cara Operasikannya - LED adalah sebuah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya. LED termasuk kedalam keluarga DIODA yang merupakan komponen elektronika juga.

LED merupakan singkatan kata dari "Light Emitting Diode" atau Dioda yang dapat memancarkan cahaya. Aplikasinya sangat banyak sekali, mulai dari Lampu Indikator Kipas Angin, laptop, Kamera , Televisi, Penyiaran Radio, Server, Lampu Senter, Penerangan jalan, cahaya latar belakang sebuah LCD, dan masih banyak lainnya.

Penemuan LED ini telah memungkinkan kita untuk mengganti penerangan yang awalnya menggunakan Bohlam. Penyebab salah satunya adalah daya untuk menghasilkan cahaya pada LED lebih rendah dibandingkan dengan bohlam lampu pada umumnya serta umur nyala sebuah LED lebih lama ketimbang sebuah bohlam.

Apa itu LED, Sejarah dan Cara Operasikannya
Source wikipedia

Sejarah LED Singkat

Berawal dari tahun 1961 ketika campuran bahan kimia Gallium Arsenide menghasilkan sebuah radiasi cahaya infraMerah atau cahaya tak tampak.

Setelah itu dikembangkan terus teknonolginya hingga sekarang. Adapun secara rinci, tahun-tahun penting dalam pengembangan LED adalah sebagai berikut:

  • 1961 Gallium Arsenide (GaAs) menghasilkan sinar InfraMerah
    Garry Pittman dan Bob Biard adalah penemunya.
  • 1962 Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP) menghasilkan cahaya Merah yang tampak oleh mata
    Nick Holonyack adalah penemunya.
  • 1972 Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP) menghasilkan cahaya Kuning yang tampak oleh mata
    M. George Craford adalah penemunya.
  • 1979 Gallium Nitride (GaN) menghasilkan cahaya Biru yang tampak oleh mata.
    Shuji Nakamura adalah penemunya. 
Melalui penemuan tersebut, maka warna-warna lain dapat dibuat dengan mengkombinasikan dengan warna RGB.

Bagaimana sebuah LED dapat Bercahaya?

Secara teknis, setidaknya ada 3 syarat hal yang harus kita penuhi untuk membuat sebuah LED bersinar, yaitu adanya:

  1. Polaritas yang sesuai
  2. Tegangan Listrik
  3. Arus

Maksudnya bagaimana?

Perhatikan struktur LED berikut ini yang saya kutip dari wikipedia:



Apa itu LED, Sejarah dan Cara Operasikannya
Source wikipedia

Syarat 1

Pada sebuah LED memiliki dua terminal, yaitu terminal Positif (+) dan Negatif (-).

Sebuah sumber listrik DC, katakanlah baterai juga memiliki dua terminal Positif (+) dan Negatif (-).

Untuk dapat LED bercahaya, maka positif baterai harus terhubung ke positif LED dan negatif baterai juga harus terhubung ke negatif LED.


Syarat 2

Setelah terminal terhubung dengan benar, pastikan sumber listrik katakanlah baterai harus memiliki tegangan listrik.

Setiap LED memiliki nilai maksimum tegangan listrik yang mampu diterima. Nilai maksimum ini dapat diketahui pada setiap lembar data  atau datasheet yang dikeluarkan oleh produsen LED.

Katakanlah LED memiliki tegangan maksimum adlah 3V. Maka sumber listrik yang kita gunakan tidak boleh melebihi 3V.

Jika tegangan sumber melebihi 3V, katakanlah 25V, maka kita perlu menambahkan sebuah resistansi untuk dapat menurunkan tegangannya. 

Bagaimana caranya? Silahkan baca: Cara Menghitung Nilai Resistor Untuk Led.


Syarat 3

Arus adalah elektron-elektron yang mengalir ke LED dan inilah yang menyabkan adanya sebuah energi yang tercipta yang dikenal dengan Photon. Energi ini akan dapat dilihat oleh mata yang dikenal dengan cahaya. Untuk mengetahui apa itu arus listrik, silahkan baca Penjelasan Arus Listrik, Satuan Dan Arah.


Contoh Real

Untuk dapat memberikan sebuah gambaran bagaimana cara LED bekerja, berikut saya melampirkan sebuah video penjelasan LED dari Afrotechmods.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Apa itu LED, Sejarah dan Cara Operasikannya"