Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Arus Listrik, Satuan Dan Arah

Apa itu Arus Listrik?

Penjelasan Arus Listrik, Satuan, dan arah Arah - Listrik tidak terlepas dari 3 bagian dasar yaitu tegangan, arus dan tahanan. Dimanapun kita bekerja dengan kelistrikan, 3 dasar ini akan kita temui. Oleh karena itu penting untuk menguasai ketiga dasar ini.

Pada artikel ini, saya akan menjelaskan pengertian arus listrik dari dasar. Tapi sebelum itu mari kita lihat kembali sejarah Arus Listrik.

 

Penjelasan Arus Listrik, Satuan Dan Arah
Amperemeter (Ilustrasi : Pixabay)

Penemu arus listrik

Dalam beberapa sumber, Benjamin Franklin adalah penemu arus listrik pertama. Ia merupakan seorang ilmuan amerika serikat yang mengemukakan teori arus listrik pada tahun 1750.

Baginya pada saat itu, listrik dapat disetarakan dengan air, namun tak kasat mata atau air yang tidak kelihatan.

Apabila sebuah bejana menampung air dan air lebih banyak dari ukuran bejana, maka kondisi tersebut dikatakan bermuatan positif.

Jika bejana tersebut kekurangan cairan dari ukuran bejana, maka kondisi tersebut dikatakan bermuatan negatif. 

Dari teori inilah, Benyamin Franklin menyimpulkan bahwa listrik itu mengalir dari positif ke negatif.

Tapi, wait!!!

Tahun 1750, J.J. Thomson menemukan elektron, partikel terkecil dari sebuah atom. Dari hal inilah arah aliran arus listrik berubah dari Negatif ke Positif.

Jadi arus arus listrik itu bergerak dari minus (-) ke plus (+).

Tetapi dalam prakteknya, kita juga bisa beranggapan bahwa arus listrik itu mengalir dari (+) ke (-) dan ini disebut dengan Arus Konvensional

Bagaimana ini terjadi? Yuk simak tulisan dibawah ini.

Pengertian Arus Listrik

Sebelum kita mengenal arus listrik, mari sejenak kita kembali mengenal penyusun bahan apapun yang ada di bumi ini.

Setiap bahan tersusun oleh atom.  Atom memiliki 3 bagian terkecil yang disebut proton, elektron dan neutron.

Proton adalah bagian atom yang memiliki muatan positif.

Elektron adalah bagian atom yang memiliki muatan negatif.

Neutron adalah bagian atom yang tidak bermuatan (netral).

Sebuah atom dapat dimodelkan dengan sebuah bola yang memiliki lintasan. permodelan ini dikenal dengan model atom Bohr.

Penjelasan Arus Listrik, Satuan Dan Arah
Model Atom Bohr (sumber : batan)

Proton dan Neutron berada pada titik tengah (Nucleus), sedangkan Elektron berada pada lintasan (orbit).

Jika jumlah Proton dan elektron didalam atom adalah sama, maka atom dikatakan tidak bermuatan atau netral.

Jika jumlah proton lebih banyak dari elektron, maka atom dikatakan bermuatan positif.

Jika jumlah elektron lebih banyak dari proton, maka atom dikatakan bermuatan negatif.

Elektron-elektron yang berada pada lintasan terluar, akan dapat terlepas jika diberikan sebuah energi padanya.

Jika elektron ini terlepas dari lintasannya, maka elektron ini dikatakan "Elektron Bebas" dan akan meninggalkan sebuah ruang didalam atom. Ruang ini disebut dengan "Hole" atau "Lubang" .

Elektron bebas, dapat bergerak kemana saja. 

Jika pada sebuah bahan memiliki banyak elektron bebas, maka kita sebut dengan "Muatan Listrik" Lebih spesifik dikatakan "Muatan Listrik Negatif".

Jika muatan listrik ini bergerak dari satu daerah ke daerah yang lain disebut dengan "Arus Listrik".

Jadi, Arus listrik adalah muatan listrik yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya dalam 1 detik.

Satu titik disini bukan "Noktah" ya, maksudnya bisa menjadi dari satu ujung kabel ke ujung kabel lainnya atau dari rangkian listrik ke rangkaian listrik lainnya.

Kira-kira udah paham ya? 

 

Jumlah Elektron dalam 1 Ampere?

Sekarang, mari kita lihat lebih dalam. Jika yang bergerak didalam arus listrik adalah elektron, berapa jumlah elektron yang bergerak?

 Satuan yang digunakan dalam arus listrik adalah Ampere dilambangkan dengan "I".

1 Ampere merupakan 1 Coulomb per Detik (1 A = 1 C/s).

 

1  Coulomb adalah satuan muatan listrik yang terdiri dari 6.250.000.000.000.000.000 butir elektron bebas.

 

Jadi, 1 Ampere adalah 6.250.000.000.000.000.000 butir elektron bebas yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya dalam 1 detik.

1 elektron memiliki muatan sebesar 1,602x10-19 C.

 

Mengapa Arus Dapat Mengalir?

Setelah kita mengetahui sebenarnya arus itu adalah elektron bergerak, lantas apa penyebabnya elektron tersebut bisa bergerak dalam satu penghantar seperti kabel misalnya?

Untuk dapat menggerakkan elektron tadi, syaratnya adalah tersedianya beda potensial antar 2 titik.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca Penjelasan Tegangan Listrik dan Satuan.

Semoga artikel Penjelasan Arus Listrik, Satuan Dan Arah ini dapat menambah wawasan anda.

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan dibagikan menggunakan tombol share dibawah ini.

Posting Komentar untuk "Penjelasan Arus Listrik, Satuan Dan Arah "