Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Resistor Pull Down, Pull Up dan Penghambat Arus

Apa itu Resistor Pull Down dan Pull Up?

Penjelasan Resistor Pull Down, Pull Up dan Penghambat Arus - Kita sekarang sudah memahami bahwa resistor adalah komponen elektrronika yang dapat menghambat arus listrik.

Namun didalam rangkaian elektronika, apa sebenarnya atau saat rangkaian seperti apa resistor digunakan?
 
Ini yang mesti kita kuasai dalam desain dan merangkai rangkaian elektronika. Dengan mengetehaui dasar dari aplikasi resistor ini, diharapkan anda dapat dengan mudah memahami perbaikan dari error yang terjadi.
 
Setidaknya ada 3 penggunaan resistor diantaranya sebagai Resistor Pull-Up, Pull-Down, Penghambat Arus.
 
Berikut adalah Penjelasannya.
 

1. Resistor Pull-Up

Rangkaian Pull-Up adalah rangkaian resistor yang digunakan untuk membuat tegangan mengambang atau mendekati pada tegangan Sumber.
 

a. Untuk apa digunakan resistor Pull-Up?

Jika kita bermain dengan rangkaian elektronika digital, kita akan berhubungan dengan dua kondisi 0 atau 1.
 
Pin Digital ini hanya menerima input logika digital saja, LOW (0) atau HIGH (1).
 
Dalam tegangan, logika 0 adalah 0V dan logika  1 adalah 5V.
 
Namun, jika kita ingin mengetahui lebih detail, sebenarnya logika 0 memiliki rentang nilai yaitu:
 
Jika Vsumber 5V:
  • Logika 0 =    0V - 2.5V
  • Logika 1 = 2.6V - 5V
Jika Vsumber 3.3V:
  • Logika 0 =    0V - 2.4V
  • Logika 1 = 2.5V - 3.3V

Rangkaian dasar dari resistor Pull-Up adalah sebagai berikut (kiri):
 
Penjelasan Resistor Pull Down, Pull Up dan Penghambat Arus
Rangkaian dasar resistor Pull-Up dan Pull-Down

 

b. Bagaimana resistor pull-up bekerja?

Perhatikan pada gambar di atas (kiri), ketika tombol tidak ditekan, maka tegangan Pin_Digital akan berada pada posisi 5V, namun ketika tombol ditekan maka tegangan akan berubah menjadi 0V.
 
Ketika tombol di tekan, maka resistor akan menjadi tahanan yang akan menjaga agar VCC dan GND tidak hubung singkat.
 

c. Contoh Penggunaan Resistor Pull-Up

Kita ambil  contoh salah satu penggunaan reisistor pull-up adalah tombol reset pada sistem minimum mikrokontrooler.
 
Pada mikrokontroller, sebuah tombol akan membuat mikrokontroller tersebut reset jika pin reset dari mikrokontroller diberikan logika 0 atau 0V (perhatikan kembali range logika tegangan diatas).
 
Ketika tombol dilepas (tidak lagi pada logika 0), maka mikrokontroller akan bekerja dengan membaca
program mulai dari awal.
 

d. Berapakah Nilai Resistor Pull-Up digunakan?

Ini merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pengguna baru mikrokontroller. Nilai resistor Pull-Up ini akan berbeda sesuai dengan tegangan sumber yang men-drive mikrokontroller.
  • Jika Vcc adalah 5V, bisa menggunakan resistor 10K Ohm
  • Jika Vcc adalah 3.3V, bisa menggunakan Resistor 4.7K atau 4K7 Ohm
 

2. Resistor Pull-Down

Perbedaaan antara resistor Pull-Down dan Pull-Up hanya pada peletakannya saja. 

Jika Pull-Up, maka resistor tersebut terletak di "atas" terhubung ke VCC. 

Jika Pull-Down, maka resistor terletak di "bawa" terhubung ke Ground.
 
Untuk cara kerjanya adalah sama. Jika tombol ditekan, maka tegangan out adalah 5V, jika tidak ditekan tegangannya adalah 0V.
 
Nilai resistor Pull-Down adalah sama seperti Pull-Up.
 

3. Penghambat Arus

Nah, ini yang sering diketahui oleh kebanyakan orang. Resistor sering dipakai pada rangkaian yang membutuhkan hambatan arus seperti menghidupkan LED.
 
LED akan bekerja jika diberikan arus yang cukup. Cerah atau tidaknya sebuah LED tergantung dari banyaknya atau sedikitnya arus yang diberikan padanya.
 
Namun, terlalu banyak arus yang diberikan ke LED akan membuat LED tersebut rusak dan terbakar.
 
Di sini pentingnya kita menggunakan resistor.
 
Kita lihat contohnya:
Berdasarkan dataseheed sebuah LED, arus yang membuat LED tersebut menyala adalah 20 mA dengan tegangan 2.2V.
 
Pada rangkaian, tegangan sumber yang tersedia adalah 5V.  Jika tegangan sumber diberikan langsung ke LED, sudah pasti LED akan rusak karena batasan tegangan yang mampu di terima LED adalah 2.2V.
 
Resistor Pull-Up adalah, Resistor Pull-Down adalah, 3 Penggunaan Resistor Pada Rangkaian Elektronika
Perbedaan antara LED menggunakan Resistor dan tidak
 
Jadi, berapakah nilai resistor yang harus kita letakkan antara tegangan sumber dan LED? anda dapat membaca artikel Cara memilih Resistor Untuk LED yang benar.
 
Sekian artikel ini dibuat, semoga dapat menambah pemahaman anda pada komponen resistor.
 
Terima kasih telah berkunjung pada website Arduino32. Jika artikel ini bermanfaat, anda dapat membagikannya menggunakan tombol dibawah ini.

Tags:

Posting Komentar untuk "Penjelasan Resistor Pull Down, Pull Up dan Penghambat Arus"