Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rasa Panas dan Dingin Apa Sebabnya?

Rasa Panas dan Dingin - Pada saat kita menyentuh benda-benda yang berada di sekeliling kita, tangan sebagai indera peraba akan merasakan rasa panas atau pun dingin. 

Bukan hanya benda, tetapi udara yang kita rasakan pun juga dapat terasa panas atau dingin.

Rasa panas dan dingin, tubuh manusia, udara, cairan, padat
Ilustrasi : Pixabay

Apakah penyebab rasa panas dan dingin?

Setiap benda atau pun zat baik itu udara, cairan dan bahan padat disusun oleh atom-atom dan molekul-molekul. 

Atom dan molekul tersebut dapat bergerak bebas, misalnya saja atom dan molekul pada udara dapat bergerak bebas, bahkan membentur satu sama lainnya dan juga membentur terhadap benda yang berpapasan di tengah perjalanan pada saat atom dan molekul tersebut bergerak.

Partikel-partikel kecil tersebut dapat bergerak cepat atau lambat. Apabila atom dan molekul bergerak dengan cepat maka kita katakan suhu udara menanjak tinggi (panas). 

Begitu juga sebaliknya apabila atom dan molekul bergerak lambat, maka suhu udara akan terasa dingin.

Berbeda dengan bahan cairan atau padat. Pada bahan cairan atau padat, atom dan molekul tersebut tidaklah dapat bergerak bebas dan leluasa seperti pada udara, tetapi dapat bergerak cepat. 

Misalnya, pada sekeping baja yang panas atom-atomnya bergerak sangat cepat mencapai kurang lebih satu juta kali dalam setiap detik. 

Apabila kita menyentuh baja yang panas tadi dengan ujung jari, tentunya kita merasakan panas yang luar bisa bahkan dapat menyakiti jari kita. 

Hal tersebut dapat dirasakan karena terjadinya gerakan dan sentakan yang luar biasa hebatnya terhadap molekul-molekul yang terdapat pada kulit yang menempel pada partikel-partikel baja panas tersebut.

Apakah molekul-molekul tersebut betul-betul bergerak?

Apabila kita melihat dengan mata biasa, tentunya tidak dapat terlihat. Pada kenyataannya apabila diteliti di bawah mikrokop (kaca pembesar) partikel-partikel kecil dari zat-zat yang terdapat di dalam air berbenturan dengan jutaan molekul-molekul yang bergerak. 

Hal ini telah dibuktikan oleh percobaan ilmiah, dimana molekul-molekul itu pada hakikatnya terus menerus bergerak.

Pada suhu titik cair es, rata-rata molekul zat oksigen bergerak dengan kecepatan kurang lebih seribu empat ratus kaki per detik, dan molekul hidrogen bergerak kira-kira empat kali lebih cepat daripada zat oksigen. 

Berdasarkan penelitian, gerakan molekul-molekul di dalam satu inci kubik udara terdapat seribu milyar benturan per detik.

Bagaimana rasa panas atau dingin pada tubuh manusia?

Panas dan suhu adalah dua hal yang berbeda. Tenaga panas pada tubuh manusia tergantung pada tenaga gerak atom-atom dan molekul-molekulnya. 

Jumlah panas itu dapat diukur dengan takaran kalori. Satu kalori adalah jumlah tenaga panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu satu gram air untuk naik sampai satu derajat celcius. 

Suhu badan ialah petunjuk tingkat atau jumlah "derajat" yang bisa dihasilkan oleh tubuh manusia. Suhu terdingin yang masih memungkinkan bagi tubuh manusia ialah 273 derajat Celsius di bawah titik nol. 

Pada suhu tersebut molekul-molekul akan beristirahat total tanpa adanya gerakan. 

Semoga artikel rasa panas dan dingin bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Rasa Panas dan Dingin Apa Sebabnya?"